Saturday, August 20, 2016

plangkapankes.blogspot.com



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Lingkungan pariwisata merupakan tempat dimana masyarakat berwisata dengan tujuan bertamasya atau rekreasi untuk memenuhi keinginan yang  beraneka ragam. Pengembangan pariwisata membawa pengaruh positif bagi masyarakat.Pariwisata telah terbukti dapat mendorong perekonomian melalui investasi, peluang kerja, peluang berusaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam GBHN 1999, termuat bahwa pembangunan kepariwisataan terus di tingkatkan dan di kembangkan untuk memperbesar penerimaan devisa negara, memperluas dan meratakan lapangan kerja, mendorong  pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperkaya kebudayaan nasional, dan tetap mempertahankan kepribadian bangsa demi terpilihnya nilai-nilai agama, mempererat  persahabatan antar bangsa, memupuk cinta tanah air, serta mempertahankan fungsi dan mutu lingkungan(Pertiwi, Ratih, 2011).
Pengembangan sektor pariwisata di Indonesia juga membawa pengaruh lain, yaitu masalah lingkungan seperti kebersihan lingkungan yang semakin memburuk. Semua itu dapat dilihat dari keadaan sebagian besar tempat-tempat  pariwisata di Indonesia yang kebersihannya masih kurang.Masalah utamanya adalah sampah dan tangan-tangan jahil yang mengotori dinding-dinding tembok dengan coretan-coretan yang tidak bermaknasehingga mengganggu keindahan tempat pariwisata. Menurut UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Di dalam lingkungan hidup yang kompleks selalu berhubungan dengan perilaku masyarakat terhadap lingkungannya. Perilaku ini ada yang  bersifat positif, tetapi ada juga yang bersifat negatif. Bersifat positif apabila  perilaku tersebut memberi dampak yang baik terhadap lingkungan.Akan tetapi apabila memberi dampak buruk bagi lingkungan maka dapat dikatakan  perilaku tersebut bersifat negatif. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu perilaku mayarakat yang bersifat positif terhadap lingkungannya. Kebersihan lingkungan merupakan salah satu tolok ukur kualitas hidup masyarakat. Masyarakat yang telah mementingkan kebersihan lingkungan dipandang sebagai masyarakat yang kualitas hidupnya lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang belum mementingkan kebersihan.Salah satu aspek yang dapat dijadikan indikator kebersihan lingkungan adalah sampah.Bersih atau kotornya suatu lingkungan tercipta melalui tindakan-tindakan manusia dalam mengelola dan menanggulangi sampah yang mereka hasilkan (Wibowo, 2010). Dari lingkungan-lingkungan yang ada, lingkungan pariwisata merupakan salah satu tempatdimana berbagai aktivitas masyarakat berlangsung secara menyenangkandan tidak dikontrol oleh siapapun. Sehingga, lingkungan  pariwisata sangat rentan akan dampak dari aktivitas masyarakat. Banyak masyarakat sekitar tempat pariwisata yang kurang peduli terhadap lingkungannya.Sementara lingkungan pariwisata berkontribusi besar terhadap  perekonomian masyarakat sekitar tempat pariwisata.

















BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    Lingkungan Pariwisata
1.      Pengertian Lingkungan Pariwisata
Sebelum mengetahui apa itu lingkungan pariwisata, akan lebih baik  apabila mengetahui istilah “Pariwisata” itu sendiri.
 Menurut definisi yang luas pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam, dan ilmu (James J. Spillane, 1987 : 20 ). Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No.9. Tahun 1990 tentang kepariwisataan yang dimaksud dengan:
a.       Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata
b.      Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata.
c.       Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut.
d.      Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan  penyelenggaraan pariwisata.
e.       Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan  jasa pariwisata atau menyediakan atau mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait dibidang tersebut.
f.       Objek dan daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata.
g.      Kawasan pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu yang dibangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.
2.      Jenis-Jenis Pariwisata
Menurut James J. Spillane( 1987 : 29-31 ), walaupun banyak  jenis wisata ditentukan menurut motif tujuan perjalanan, dapat pula dibedakan adanya beberapa jenis pariwisata khusus sebagai berikut :
a.       Pariwisata untuk Menikmati Perjalanan (  Pleasure Tourism)
Bentuk pariwisata ini dilakukan oleh orang-orang yang meninggalkan tempat tinggalnya untuk berlibur, untuk mencari udara segar baru, untuk memenuhi kehendak ingin tahunya, untuk mengendorkan ketegangan syarafnya, untuk melihat sesuatu yang  baru, untuk menikmati keindahan alam, untuk mengetahui hikayat rkyat setempat, untuk mendapat ketenangan dan kedamaian di daerah luar kota, atau bahkan sebaliknya untuk menikmati hiburan di kota-kota besar ataupun untuk ikut serta dalam keramaian pusat  pusat wisatawan.  
b.      Pariwisata untuk Rekreasi ( Recreation Tourism )
Jenis pariwisata ini dilakukan oleh orang-orang yang menghendaki pemanfaatan hari-hari liburnya untuk beristirahat, untuk memulihkan kembali kesegaran jasmani dan rohaninya, yang ingin menyegarkan keletihan dan kelelahannya.
c.       Pariwisata untuk Kebudayaan ( Cultural Tourism )
Jenis ini ditandai oeh adanya rangkaian motivasi, seperti keinginan untuk belajar di pusat-pusat pengajaran dan riset, untuk mempelajari adat- istiadat, kelembagaan, dan cara hidup rakyat  Negara lain, untuk mengunjungi monumen bersejarah, peninggalan peradaban masa lalu atau sebaliknya penemuan-penemuan besar masa kini, pusat-pusat kesenian, pusat-pusat keagamaan, atau juga untuk ikut serta dalam festiva-festival seni music, teater, tarian rakyat dan lain-lain.
d.      Pariwisata untuk Olah Raga ( Sport Tourism)
Jenis ini dibagi kedalam dua kategori yaitu  Big Sport  Events, yaitu peristiwa-peristiwa olah raga besar seperti Olympiade Games, kejuaraan ski dunia, kejuaraan tinju dunia dan lain-lain dan Sporting Tourism of thePractitioners yaitu peristiwa olah raga bagi mereka yang ingin berlatih dan mempraktikan sendiri, seperti  pendakian gunung, olah raga naik kuda, berburu, memancing dan lain-lain.
e.       Pariwisata untuk Urusan Usaha Dagang ( Business Tourism )
Dalam istilah business tourism tidak hanya professional trips yang dilakukan kaum pengusaha atau industrialis, tetapi juga mencakup semua kunjungan ke pameran, kunjungan ke instalasi teknis yang bahkan menarik orang-orang diluar profesi ini.
f.       Pariwisata untuk Berkonvensi ( Convention Tourism )
 Peranan jenis pariwisata ini makin lama makin  penting.Banyak Negara yang menyadari besarnya potensi ekonomi dari jenis pariwisata konferensi ini sehingga mereka saling berusaha untuk menyiapkan dan mendirikan bangunan-bangunan yang khusus diperlengkapi untuk tjuan ini.
3.      Keadaan Lingkungan Pariwisata
Industri pariwisata memiliki hubungan erat dan kuat dengan lingkungan fisik.Lingkungan alam merupakan aset pariwisata dan mendapatkan dampak karena sifat lingkungan fisik tersebut yang rapuh (fragile), dan tak terpisahkan (Inseparability). Bersifat rapuh karena lingkungan alam merupakan ciptaan Tuhan yang jika dirusak  belum tentu akan tumbuh atau kembali seperti sediakala. Bersifat tidak terpisahkan karena manusia harus mendatangi lingkungan alam untuk dapat menikmatinya (Anonim, 2012 ). Lingkungan fisik adalah daya tarik utama kegiatan wisata.Lingkungan fisik meliputi lingkungan alam (flora dan fauna, bentangan alam, dan gejala alam) dan lingkungan buatan (situs kebudayaan, wilayah perkotaan, wilayah pedesaan, dan peninggalan sejarah).
Secara teori, hubungan lingkungan alam dengan pariwisata harus mutual dan bermanfaat.Wisatawan menikmati keindahan alam dan  pendapatan yang dibayarkan wisatawan digunakan untuk melindungi dan memelihara alam guna keberlangsungan pariwisata.Hubungan lingkungan dan pariwisata tidak selamanya simbiosa yang mendukung dan menguntungkan sehingga upaya konservasi, apresiasi, dan pendidikan dilakukan agar hubungan keduanya berkelanjutan, tetapi kenyataan yang ada hubungan keduanya justru memunculkan konflik.Pariwisata lebih sering mengeksploitasi lingkungan alam 
4.      Permasalahan kesehatan pariwisata
Permasalahan lingkungan seperti kemacetan dan polusi udara, air, tanah. Indonesia saatini sedang mengalami permasalahan yang serius terkait kemacetan yang mengakibatkanketidaknyamanan wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata. Selain membuang waktudijalan, menyebabkan stress juga asap kendaraan yang mengganggu kesehatan.Pencemaranairoleh pencemaran sampah rumah tangga dan industriyang membuang sampah ke sungaimenimbulkan masalah banjir dan kotor,serta pengelolaan sampah yang belum menerapkansistem daur ulang, pemisahan sehingga jumlahnya banyak dan tidak terkeloladengan baik. Pemukiman kumuh dan penataan lingkungan juga menjadi sorotan karena terkait dengankebersihan wilayah dan keindahan kota. Ini diperlukan penataan lingkungan dimana ada ruangterbuka hijau dan tertata.
5.      Kebersihan Lingkungan
Kebersihan lingkungan erat kaitannya dengan segala aktivitas manusia yang tidak lepas dari barang sisa.Barang sisa yang dimaksud disini yaitu  barang yang sudah tidak dipakai lagi sehingga mencemari lingkungan.Tidak hanya itu saja kebersihan lingkungan juga dapat dilihat dari kerapian suatu tata letak bangunan atau kedaan bangunan.Hal-hal tersebut tergantung pada  perilaku kebersihan setiap masyarakat. Perilaku kebersihan berupa rangkaian dari berbagai wujud  perilaku/tindakan yang dilakukan orang terhadap sampah, mencakup  perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan seperti tindakan mengotori lingkungan hingga tindakan-tindakan yang bertanggung jawab seperti tindakan-tindakan memelihara dan membersihkan lingkungan (Wibowo, 2010).
Kebersihan lingkungan hidup sangat penting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Pencemaran lingkungan hidup kini sudah mencapai titik kritis yang  berbahaya dan bila tidak dicarikan jalan keluarnya akan dapat memusnahkan kehidupan dimuka bumi. Sedangkan bagi negara-negara  berkembang seperti Indonesia sangat menderita akan kerusakan lingkungan hidup ini( Yoeti, 1997 : 134 ).
B.     Kepedulian Masyarakat terhadap Lingkungan
Sebagaimana kita ketahui bahwa pandangan masyarakat tentang sadar lingkungan sangatlah minim/kurang. Dari hal tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa masyarakat masih belum peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya. Kebanyakan dari mereka berfikir secara parsial dan hanya ingin menguntungkan diri sendiri, seperti masalah pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya, pembungan limbah pabrik, polusi udara,  pencemaran air dan lain-lain. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan setiap tahunnya selalu meningkat. Dan mengakibtakan keadaan yang merugikan seperti  banyaknya sampah yang menumpuk di parit-parit rumah dan kanal air yang  bisa menyebabkan banjir karena meluapnya air yang tidak tertampung. Untuk itu kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan tidak hanya pemerintah setempat yang harus menanggungnya.Kesadaran adalah proses yang diawali dari adanya rasa memiliki atau sense of belonging. Rasa memiliki lingkungan sekitar akan memicu rasa tanggung jawab atau sense of responsibility. Rasa tanggung jawab ini akan menghasilkan kesadaran warga bahwa tugas untuk menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah saja tapi juga warganya. ini harus kita sadari bersama-sama supaya tidak saling menyalahkan antara pemerintah sebagai pengelola lingkungan melayani kepentingan masyarakat dan masyarakat itu sendiri yang tingkat kesadaran dalam menjaga lingkungannya masih minim.

No comments:

Post a Comment